Semenjak mulai mencicil berpartisipasi di pengembangan proyek debian, mau tidak mau harus menggunakan debian sebagai OS nya. Saya secara pribadi menggunakan Debian di desktop dan Ubuntu di Laptop, namun seiring berjalan waktu, kontak dengan desktop menjadi jarang :). Akhirnya mau tidak mau, si lappie harus di tanamkan Debian di dalamnya.

Dual boot, dalam perngertian saya bukan hanya menanamkan dua OS (umumnya linux dan windows), namun menanamkan dua versi OS. Akhirnya semenjak beberapa bulan lalu, debian kini bersanding dengan ubuntu di laptop. Dikarenakan desktop Ubuntu dan Debian mempunyai perbedaan akhirnya ada beberapa permasalahan yang muncul. Saya menggunakan Ubuntu Natty dan Debian Unstable, berikut hasil analisis saya:

  1. Jika anda menggunakan satu user yang sama di kedua os tersebut maka anda akan sedikit putar otak. contohnya saya menggunakan user udienz di debian dan ubuntu. maka logikanya tampilan akan sama di debian dan ubuntu. Oh ternyata tidak kawan :(, hal ini disebabkan penamaan panel/widget yang berbeda. so, akhirnya sala memilih untuk menggunakan unity di ubuntu sehingga gnome di debian tidak diganggu :)

  2. Debian lebih mengurangi panas di laptop, namun debian akan lebih panas jika anda membuka website yang menggunakan flash

  3. Overall, so far so good. hanya point satu yang masih mengganjal :D

trus bagaimana partisinya? bagi saya / (root) tidak besar besar, cukup 7GB, swap 1GB, selebihnya $HOME. FYI, berikut hasil tangkapan layarnya:

Hm.. namun saya agak gimana tentang konsep ini, ada masukan?